Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Koperasi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Prinsip dan Keuntungan Untuk Anggotanya

Apa itu koperasi? Kamu pasti pernah mendengar istilah koperasi. Berbeda dengan badan usaha yang lainnya, karena koperasi dimiliki dan dikelola oleh anggotanya sendiri. Tujuan dari koperasi sendiri tidak lebih dari memenuhi kebutuhan bersama, terutama pada bidang perekonomian.

Koperasi juga dapat diartikan sebagai badan hukum yang didirikan berdasarkan asas kekeluargaan. Menganut prinsip ekonomi kerakyatan, tujuan dibentuknya koperasi adalah untuk mensejahterakan para anggotanya. Jadi, seluruh keuntungan yang didapatkan oleh koperasi akan dikelola untuk kemajuan kinerja dan dibagikan pada anggota koperasi yang aktif.

Siapapun bisa mendirikan koperasi sendiri, baik itu perorangan maupun yang berbadan hukum. Modal dari usaha koperasi ini berasal dari seluruh anggotanya, sehingga jalannya usaha ini harus menyesuaikan terhadap aspirasi serta kebutuhan bersama.

Kata koperasi sendiri diambil dari Bahasa Inggris, yaitu co-operation yang memiliki arti kerjasama. Jadi sistem pengelolaan koperasi didasarkan pada asas kekeluargaan dan kehidupan berdemokrasi. Agar kamu lebih mengerti dan memahami mengenai seluk beluk koperasi lebih dalam, berikut ini merupakan ulasan lengkap dari ngademin cocoTLogi.com.

Apa yang dimaksud dengan koperasi?

fungsi-tujuan-jenis-dan-keuntungan-koperasi

Menurut Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat atas asas kekeluargaan.

Pengertian koperasi menurut para ahli

Singkatnya, koperasi merupakan badan usaha yang dimiliki serta dikelola para anggota koperasi itu sendiri. Namun, ada pengertian lain dari beberapa ahli mengenai arti dari koperasi. Salah satunya adalah Bapak Koperasi Mohammad Hatta.

Jika kamu ditanya "Siapa Bapak Koperasi Indonesia?", Maka jawabannya bapak koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta atau kerap juga disebut dengan nama bung Hatta.

Menurut Bapak Koperasi Mohammad Hatta, koperasi adalah usaha yang didirikan bersama guna memperbaiki atau meningkatkan taraf kehidupan dengan berlandaskan asas tolong menolong.

Menurut Arifinal Chaniago, koperasi adalah suatu perkumpulan yang bekerja sama dalam menjalankan sebuah usaha secara kekeluargaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Pengelolaan sebuah koperasi, para anggotanya dapat dengan bebas keluar dan masuk dari badan usaha tersebut sesuai kehendaknya.

Sedangkan menurut Munkner, koperasi adalah organisasi yang berasaskan tolong menolong yang mengelola ‘urusniaga’ secara berkelompok. Tujuan dari koperasi sendiri untuk meningkatkan urusan ekonomi, berbeda dengan asas gotong royong yang bertujuan membangun kebutuhan sosial bersama.

Apa tujuan dari koperasi?

menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3, tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan para anggotanya, dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat agar lebih maju, adil dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara itu, berdasarkan pengertian koperasi secara umum dan dari para ahli, pembentukan koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari para anggotanya. Tujuan yang lainnya, antara lain sebagai berikut:
  1. Membantu memperbaiki taraf hidup maupun perekonomian para anggotanya serta masyarakat yang ada di sekitar.
  2. Membantu pemerintah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.
  3. Meningkatkan tatanan perekonomian yang ada di Indonesia.

Apa fungsi dari koperasi?

Fungsi koperasi adalah membangun dan meningkatkan potensi ekonomi bagi para anggotanya dan masyarakat secara umum untuk mencapai kesejahteraan sosial bersama. Fungsinya mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional agar lebih baik melalui usaha bersama yang berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Menurut Pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 25 tahun 1992 menyebutkan, ada empat fungsi dan peran koperasi, antara lain sebagai berikut:
  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Dalam perannya, koperasi sering memberikan bantuan, seperti kredit atau pinjaman dana kepada para anggotanya dalam hal finansial. Mendirikan koperasi dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat yang ada di Indonesia.

Jenis koperasi di Indonesia

Menurut UU Nomor 25 tahun 1992, jenis koperasi ada 2, yaitu koperasi primer dan sekunder. Berikut penjelasannya:
  1. Koperasi primer adalah jenis koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.
  2. Koperasi sekunder adalah jenis koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.
Jenis koperasi berdasarkan kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi bagi para anggotanya.

Sedangkan menurut Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ada 4 jenis koperasi, yaitu koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam.
  1. Koperasi konsumen adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang penyediaan barang kebutuhan anggota dan non-anggota.
  2. Koperasi produsen adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang pengadaan sarana produksi dan pemasaran produksi yang dihasilkan para anggotanya untuk anggota dan non-anggota.
  3. Koperasi jasa adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan jasa non-simpan pinjam yang diperlukan oleh anggota dan non-anggota.
  4. Koperasi simpan pinjam menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha yang melayani anggota.
Karena dianggap bertentangan dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka 4 jenis koperasi ini dibatalkan oleh MK. Oleh sebab itu, UU Perkoperasian yang berlaku di Indonesia masih aturan lama, yaitu UU No. 25 tahun 1992.

Prinsip koperasi

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 25 tahun 1992 menyebutkan, ada 7 prinsip dasar koperasi, yaitu:
  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
  3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  5. Kemandirian.
  6. Pendidikan perkoperasian.
  7. Kerjasama antar koperasi.

Keuntungan menjadi anggota koperasi

Ada 5 keuntungan menjadi anggota koperasi, berikut ini merupakan penjelasan lengkapnya:
  1. Sebagai tempat alternatif untuk menyimpan uang selain di bank.
  2. Memberikan kemudahan untuk meminjam uang.
  3. Barang yang dijual di koperasi relatif lebih murah harganya.
  4. Bisa mendapatkan laba atau keuntungan usaha setiap tahunnya.
  5. Memperluas jaringan usaha kita.

Cara memilih koperasi yang aman dan legal

Berikut ini merupakan tips dan cara memilih koperasi yang aman dan legal:
  1. Memastikan koperasi legal sudah Terdaftar secara Resmi
  2. Adanya rapat tahunan yang dilakukan oleh anggota koperasi
  3. Memastikan adanya Sisa Hasil Usaha (SHU) dari koperasi.
Tetap waspada terhadap kehadiran koperasi bodong. Jika kamu ingin mendaftarkan diri menjadi anggota koperasi, maka kamu pastikan terlebih dahulu untuk memilih koperasi yang aman dan legal karena sudah terdaftar resmi di Kementerian Koperasi dan UKM maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan sampai uang kamu hilang dan lenyap karena menjadi korban penipuan atau penggelapan uang oleh koperasi bodong.