Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Singkat Bapak Koperasi Indonesia

Bapak koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta (Bung Hatta), yang juga merupakan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Seperti yang telah dilansir dari buku Bung Hatta dan Ekonomi Islam karya Anwar Abbas, beliau telah menjadikan koperasi sebagai bangun usaha yang sesuai dengan perekonomian rakyat.

bapak-koperasi-indonesia-adalah-bung-hatta
Bapak koperasi Indonesia Adalah Mohammad Hatta atau Bung Hatta

Karena memiliki banyak jasa, maka Mohammad Hatta juga disebut sebagai "bapak Kedaulatan Rakyat dan Bapak Ekonomi Rakyat". Kata Nitisumantri, beliau pantas untuk diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia.

Apa itu Koperasi?

Menurut Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan landasan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat dengan asas kekeluargaan.

Sejarah Koperasi Indonesia

Badan hukum koperasi Indonesia pertama adalah sebuah koperasi yang berada di Leuwiliang. Koperasi ini didirikan pada 16 Desember tahun 1895, itulah kutipan dari Buku Ajar Ekonomi Koperasi karya Sattar.

Pada saat itu Raden Ngabei Araiwiriaatmadja yang merupakan Patih purwokerto mendirikan bank Simpan Pinjam pertama di Indonesia bersama dengan teman-temannya, dengan tujuan untuk menolong sejawat pegawai negeri pribumi dari cengkeraman pelepas uang yang pada saat itu tengah merebak.

Setelah itu, bank ini berhasil mencakup desa-desa dan kredit pertanian, sehingga 
Pada tahun 1896 didirikan Bank Simpan Pinjam dan Kredit Pertanian yang pertama di Indonesia yang berada di Purwokerto.

Namun, Indonesia baru mengenal perundang-undangan tentang koperasi pada tahun 1915. Pada akhir tahun 1930, didirikanlah jawatan koperasi yang dipimpin oleh J. H. Boeke.

Pada 12 Juli 1947, kongres koperasi se-Jawa pertama kali diadakan di Tasikmalaya. Pada saat itu, dibentuklah Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI). Pada tanggal 12 Juli tersebut akhirnya dijadikan Hari Koperasi Indonesia.

Landasan Koperasi Indonesia

Dalam buku Ekonomi SMP/MTs Jilid 2 karya Deliarnov, menurut Undang-Undang (UU) Nomor 25 tahun 1992 Bab II Pasal 2, koperasi Indonesia berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945 serta asas kekeluargaan.

Landasan koperasi Indonesia ada tiga, yaitu landasan idiil, struktural, dan landasan mental. Landasan idiil pancasila adalah Pancasila, sehingga pelaksanaannya harus sesuai dengan Pancasila.

Landasan struktural koperasi Indonesia adalah UUD 1945. Koperasi merupakan badan usaha yang sesuai dengan amanat UUD 1945 amandemen pasal 33 ayat 1 menyebutkan, "Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan".

Landasan mental koperasi Indonesia adalah setia kawan dan juga kesadaran pribadi.

Asas Koperasi Indonesia

Asas koperasi Indonesia adalah kekeluargaan. Sesuai dengan asas ini, maka organisasi koperasi di RI bersifat sosial.

Sifat sosial ini tidak membuat koperasi mengabaikan syarat sebagai suatu usaha di dalam bidang ekonomi.

Tujuan Koperasi Indonesia
Tujuan dari koperasi Indonesia adalah untukmemajukan serta meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, meningkatkan taraf kehidupan dan kemakmuran masyarakat, serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka menciptakan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Itulah sejarah singkat tentang bapak koperasi Indonesia, landasan, asas, serta tujuannya.